Home > all item > Masihkah kau mencintaiku?

Masihkah kau mencintaiku?

456_220x147Kapan hari melihat acara di salah satu stasiun tv swasta, program acaranya adalah masihkah kau mencintaiku? yang dipandu oleh dian nitami dan helmi yahya. Acara ini menurutku bagus banget, karena permasalahan keluarga dibahas disini. Dari yang namanya perselingkuhan sampai dengan perceraian dibahas. Menghadirkan 2 ahli psikolog yang ahli dalam mengatasi permasalahan seputar pernikahan.

Permasalahan hidup dalam rumah tangga pasangan suami-istri terkadang terlalu pelik untuk bisa diselesaikan oleh mereka sendiri. Sebagian bisa diselesaikan dengan baik, namun banyak juga yang harus mengakhiri ikrar setia sehidup semati yang pernah terucap, dengan kata cerai. Permasalahan sederhana bisa saja membutakan mereka dan terkadang mereka membutuhkan bantuan untuk menyelesaikannya.

“Masihkah kau mencintaiku” mencoba membantu pasangan yang sedang dirundung masalah itu dengan menghadirkan mereka yang berkonflik bersama keluarga masing-masing. Kepada mereka, diajukan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut kehidupan pribadi untuk menguji apakah masih ada kecocokan dan mereka benar-benar masih saling mencintai atau tidak.

Dipandu dengan baik oleh helmi dan dian, walaupun di tayangkan pada jam malam (mendekati tengah malam), tak jadi masalah, dan menurutku tayangan seperti ini dapat menginspirasi setiap orang yang menontonnya, yang sudah barang tentu acara ini bertujuan untuk menguak perasaan dasar pasangan suami-istri, yang dengan pertanyaan finalnya, masihkah kau mencintaiku?

Sangat bagus, terutama bagi anda yang sudah berumah tangga, tapi juga tentunya cocok untuk orang dewasa yang mau memasuki jenjang pernikahan..

Pernah terbesit pikiran demikian, kenapa helmi yahya tidak di jadikan peserta, karena rumah tangganya sedang terjadi masalah, dan berhubungan dengan perselingkuhan, mungkin bisa tambah seru…

Untuk pasangan anjas-dian, kayaknya mereka lagi rajin-rajinya bekerja, yang dimana dian memandu acara ini, dan anjas dalam program curhat, yang juga seru..

Acara bertema “real” seperti ini lagi marak diproduksi, tapi tingkat kebenarannya saya juga masih belum tahu, karena ada sebagian yang mengatakan semuanya hanya skrip belaka..

Tapi, menurut saya, kalau anda menikmatinya, tidak masalah bukan?

Categories: all item
  1. July 4, 2009 at 11:49 am

    Iya, walaupun ini rekayasa ataupun bukan… yang penting ini tetap entertainment dan bahkan bisa diambil hikmahnya..

  2. July 5, 2009 at 6:28 am

    Saya memang beberapa kali nonton acara ini.Kadang pesertanya sangat emosional,diskusi jadi galak dan dibarengi isak tangis.Panelis (atau konsultan ya?) Rae Sita Supit dan seorang ibu yang tampaknya seorang psikolog dengan cekatan memberikan arahan2 terhadap peserta.

    Sebuah acara akan menjadi tontonan yang menarik apabila ada sentuhan dari FD (Floor Director) dan hostnya.Kecuali pertandingan olahraga dan siaran live resmi,acara apakah kamu masih cinta mungkin juga ada sedikit skenario.Kalau tidak pasti akan kacau balau.Benar tidaknya saya tidak tahu juga.
    Salam mas.

  3. July 5, 2009 at 10:45 am

    Acara seperti itu seru karena membawa penonton diajak serta/terbawa secara emosional pada permasalahan yang sedang dipecahkan, untuk lebih serunya memang seharusnya tidak ada trik-rekayasa, karena walaupun bagaimana jika di bumbui dengan trick rekayasa akhirnya ketahuan juga, dampaknya tidak interes lagi untuk menontonnya, pernah beberapa bulan yang lalu menonton acara termehek-mehek, rupanya dibumbui dengan rekayasa, masa iya tiba-tiba anaknya yang sedang dicari ditaruh disebrang jembatan sepertinya sudah diperintahkan dahulu, untuk menambah seru akhirnya kejar-kejaran dengan anak lelaki pengamen, jika saja tidak di tambah dengan rekayasa mungkin tambah seru, Terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  4. Yan
    July 5, 2009 at 9:08 pm

    Salam kenal,

    wah, saya musti nonton acara ini! Siapa tahu ada manfaat bisa diambil, terutama di saat-saat saya jauh dari istri, kayaknya bisa lebih berintrospeksi

  5. July 6, 2009 at 4:36 am

    Kalau sekedar menikmati sih engga apa-apa mas… Acara TV kan ditujukan untuk hiburan… Kalau mikir skenerio atau apa-apa di balik acara itu, kasian tar engga ada yg nonton… Kita mah pura-pura engga tau ajah kalo acara serupa banyak yg di rekayasa…😀

  6. July 6, 2009 at 5:30 am

    walaupun rekayasa atau bukan tetep selalu ada hikmah yang dapat kita petik dari setiap episodenya.

  7. July 6, 2009 at 8:36 pm

    tapi berguna juga loh acara itu.

  8. yak
    July 7, 2009 at 4:34 am

    wew!!!
    ga pernah nonton…

    • July 7, 2009 at 4:41 am

      coba sekali-kali nonton.. buat renungan mau tidur…

  9. July 27, 2009 at 4:50 am

    wahm ini acara..
    sedikit malu sih kalo gw masuk tipi gr” ada permasalahan yg seperti itu..
    tapi salut juga buat mereka yg berani ikutan itu..
    ada usaha buat mempertahankan keluarga, atau semacamnya..

  10. mas
    July 29, 2009 at 4:25 pm

    acara yang SAMA SEKALI GAK BERMUTU.

    Pembawa acaranya sedang BERMIMPI. dianya sendiri aja CERAI masih aja GAK PUNYA MALU ngurusi rumah tangga orang lain (apapun kedoknya). maaf ya mas helmi.

    • July 31, 2009 at 9:24 am

      semua orang punya pendapatx masing-masing.. betul kan!!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: