Home > movie area > A Moment to Remember

A Moment to Remember

a-moment-to-remember1Kemarin sewaktu pulang ke rumah di Banyuwangi, aku disuruh benerin laptop punya temanku. Dia maunya di instalkan 3 OS dalam laptopnya, windows7, Windows Xp dan linux. Setelah semuanya beres, aku minta koleksi film-filmnya yang jumlahnya sangat banyak, dan yang dia rekomendasikan adalah film korea berjudul moment to remember. Awalnya aku tidak yakin film ini enak untuk ditonton, terlebih dari genrenya, drama romantis. Tapi setelah mendengar efeknya, yaitu sewaktu film ini ditonton seluruh anak kost ditempatnya, yang mayoritas cowok semua, film ini bisa membuat mereka “mbrebes” atau minitikan air mata, aku jadi tertarik.

Dikisahkan ada seorang wanita yang bernama kim su-jin baru saja menikah dengan laki-laki yang dicintainya, bernama  Choi cul-soo. Ia sangat bahagia karena sebelumnya ia mengalami depresi berat akibat ditinggal mantan kekasihnya, young-min. Sebelumnya dia di cap oleh teman-teman kantornya sebagai perusak rumah tangga orang, karena lelaki yang dicintainya (young-min) selama ini sudah beristri. Namun demikian keluarganya masih mau menerima wanita tadi dan menganggap bahwa ini adalah kesalahan seorang anak gadis yang sedang jatuh cinta dan belum mampu berpikir jauh ke depan.

Salah satu adegan yang menarik adalah bertemunya kim su-jin dengan choi cul-soo untuk pertama kali. Mereka bertemu secara tidak sengaja di sebuah minimarket. Kim su-jin dengan seenaknya mengambil minuman yang dibeli choi cul-soo dan kemudian meminumnya, setelah itu langsung pergi. Laki-laki itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala karena ia tahu bahwa wanita tadi sedang ada masalah.

Setelah kejadian itu akhirnya mereka berdua dipertemukan kembali di tempat ayah kim su-jin bekerja. Ternyata Choi cul-soo adalah seorang mandor tukang kayu yang bekerja di tempat ayahnya bekerja. Kim su-jin yang penasaran dengan Choi cul-soo, akhirnya selalu membuntuti kemana dia pergi, dan akhirnya mereka pacaran.

Kejadian aneh mulai terjadi setelah mereka berdua menikah. Kim su-jin seringkali melakukan hal-hal bodoh seperti tidak mampu mengingat jalan pulang menuju rumah dan sering lupa menaruh sesuatu. Sampai akhirnya ia mengkonsultasikan masalah ini ke seorang dokter dan kemudian menjalani beberapa tes. Dari hasil tes, dokter akhirnya mengeluarkan kata-kata berikut:

“Ada protein tak lazim yang menggumpal di urat nadi otakmu yang mempengaruhi sel otak. Jelas ini adalah faktor turunan. Kasus yang amat langka. Kau mengidap ….. Penyakit Alzheimer …”.

“Walaupun usiamu baru 27 tahun, itu mungkin saja. Ini yang akan terjadi kepadamu. Kematian secara mental akan terjadi sebelum kematian secara fisik. Sebaiknya persiapkan dirimu untuk hal yang sudah jelas akan terjadi. Obat-obatan mungkin bisa memperlambatnya, tapi hanya sebatas itu”.

“Apa kau bekerja? Kalau iya, segeralah berhenti. Segera kau tak akan bisa mengetik atau menjawab telepon, apalagi mengatur. Nyaris tak ada yang dapat kau lakukan. Kau akan lupakan keluargamu, teman-teman dan bahkan dirimu sendiri. Semua ingatanmu akan terhapus total”

8993_moment01

Walaupun sempat ia tutup-tutupi, namun lama kelamaan suaminya tahu dan sempat terjadi pertengkaran di antara mereka berdua, karena tiba-tiba si wanita meminta suaminya menceraikan dirinya karena ia merasa kehidupan mereka tidak akan bahagia kelak karena penyakit yang dideritanya. Namun suaminya tidak menyetujui ide itu, karena perceraian bukanlah jalan keluar bagi masalah mereka. Selanjutnya silahkan anda melihat filmnya sendiri, karena tidak etis kalau saya menceritakan semuanya disini. Jadi inti ceritanya adalah ketabahan suami ketika sang istri menderita penyakit “pikun” parah, hingga lupa akan semuanya, sedangkan yang diingatnya adalah kekasih lamanya. Kurang lebih seperti itulah.

Selain menunjukkan cerita berderai air mata yang menjadi ciri khas perfilman Korea, A Moment to Remember juga menunjukkan sebuah penyakit yang identik dengan usia lanjut namun ternyata bisa menyerang mereka yang berusia produktif : Alzheimer.Sudah pasti, yang patut mendapat acungan jempol adalah dua pemeran utamanya : Son Ye-jin yang, seperti Song Hye-gyo, dianggap sudah pas membawakan peran tokoh wanita memiliki penyakit mematikan atau berwatak sendu, dan Jeong Woo-seong yang tampil sebagai seorang suami yang setia dan merupakan sosok idaman wanita manapun juga.

Salah satu adegan yang paling menyentuh adalah ketika tokoh Cheul-soo muncul di sanatorium dengan mengenakan kaca mata hitam, yang ternyata dipakai supaya sang istri tidak melihat air matanya yang bercucuran. Sungguh sangat dramatis. I love this movie.

berikut surat yang diberikan kim su-jin pada suaminya ketika pergi:korean-drama-3

A Moment to Remember

MAAF. Maafkan aku
Aku tak pernah bermaksud menyakitimu….
Ya TUHAN apa yang telah aku perbuat ?
Kau menagis ?
Aku tak mau melihatmu menagis atau menderita.
Aku ingin membuatmu bahagia.
Tapi aku hanya membuatmu menderita.
Chul-soo. Chul-soo.
Cintaku
Jangan salah paham.
Aku hanya cinta padamu
Hanya kau yang ada di hatiku.
Aku hanya ingat dirimu. Sunggu.
Betapa inginya kutunjukkan isi hatiku padamu.
Apa mungkin bisa kulakukan itu.
Saat ingatanku masih ada?
Oh….. Jantungku berdebar…
Aku Kim Su-Jim.
Hanya mencintai Choi Chul-Soo
Aku tak ingin melupakan itu.
Seharusnya tidak ku lupakan?
Tahukah kau itu.
Kau bisa merasakan hatiku?
Aku takut kehilangan ingatanku lagi….
Sebelum ku katakan padamu semuanya aku harus bilang.
Aku mencintai mu, dan aku mohon maaf.
Aku bertemu denganmu sebab aku pelupa.
Aku meninggalkanmu sebab aku pelupa.
Kau hal terindah yang pernah terjadi padaku
Betapa bersukurnya aku pada TUHAN yang telah mengirimmu padaku.
Aku tak harus mengingatmu.
Kau adalah bagian dariku.
Senyumku, tawaku dan bauku sama sepertimu.
Aku mungkin melupakan mu.
Tapi aku tak bisa mengusirmu dari diriku.
Kau tak pernah katakan padaku kalau kau mencintaiku.
Tapi aku tahu jauh di lubuk hatiku bahwa kau mencintai ku.
Maafkan aku karena meninggalkanmu.
Kumohon.
Untuk terakhir kalinya.
…………………….

Aku minta tolong.
Tolong tengok ayahku.

Categories: movie area Tags:
  1. March 16, 2009 at 3:13 am

    huaaaaa…

    pilem ini sedih sedih sedih pokokna…

    tapi uda pernah di’adaptasi’ ke FTV indonesia juga…

    • March 16, 2009 at 4:11 am

      beneran sudah di “bajak” indon? weleh…

  2. ashandy
    August 6, 2009 at 12:36 am

    iya, film ini emang bagus bgt.. q nangis waktu adegan chul soo baca surat dari su jin.

  3. January 21, 2010 at 3:18 am

    hWa fILmmmm YG sO sad bgET…!!!! GUd JOb!!

  4. arik
    February 6, 2010 at 6:17 pm

    siiiipp…ini emang film berkualitas coy!!!padahal sebelumnya aq gak suka sama sekali sama yg namanya pilem drama..tapi perasaan judulnya “memory to remember”???
    tp whatever lah, apalah arti sebuah judul..yg penting isinya!!

  5. naya
    March 6, 2010 at 7:00 am

    pilem ini beda tipis denganku, disitu cewek yang mati klo aku cowku yang g ada sama2 arsitek

    • March 6, 2010 at 10:07 am

      oh…i’m sorry to hear that…

  6. echa
    April 18, 2010 at 4:54 am

    ne pilem bgs….
    ksh spasang mnusia yg jtuh cnta tpi si cew mengidap penyakit..
    critanya hmpir sma kyk pilem west jdulnya a walk to remember..
    keren abis…

  7. fengky
    November 11, 2010 at 8:19 pm

    aku ikut nangis bang

    huuuuuuuuuuuuuuuuuu huuuuuuuuuuuuuuuu

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: